Rabu, 27 Maret 2013

IPS GEOGRAFI KELAS 7

IPS GEOGRAFI kelas 7 PETA Banyak sekali pengertian tentang peta, tetapi pada dasarnya hakekat peta ada 4, yaitu: 1. Peta adalah gambaran seluruh atau sebagian permukaan bumi yang diproyeksikan dalam dua dimensi pada bidang datar dengan metode dan perbandingan tertentu. 2. Peta adalah suatu presentasi diatas bidang datar baik seluruh atau sebagian permukaan bumi yang dilihat dari atas dan diperkecil dengan perbandingan tertentu. 3. Peta adalah sebuah gambar suatu daerah yang dapat dibayangkan seolah-olah kita melihat daerah itu dari udara. Gambar-gambar pada peta memperlihatkan adanya hutan,lapangan jalan,sungai,kota dan lain-lain. 4. Peta adalah gambaran seluruh atau sebagian dari permukaan bumi yang dilukiskan ke suatu bidang datar dengan perbandingan tertentu yang dinamai kedar/skala. Berdasarkan beberapa definisi tersebut, paling tidak kita dapat menyimpulkan suatu pengertian tentang peta telah dikenal manusia sejak sebelum masehi. Peninggalan hasil karya manusia yang berhubungan dengan pembuatan peta ini masih bias disaksiakan di amerika serikat tepatnya di museum Semit Harvard. Peta-peta peninggalan tersebut,antara lain berupa bentukan tanah liat peninggalan bangsa Babilonia,Mesir dan Cina. Cara Pembuatan Peta. Ilmu yang mempelajari tentang pembuatan peta disebut kartografi. Kata ini berasal dari bahasa Yunani, yaitu chartos yang berarti peta dan graphien yang berarti penggambaran/pembuatan. Cara pembuatan peta mengalami beberapa tahap perkembangan. Pada tahun 1586, Humfrey Cole menemukan alat yang bernama Cross Staff. Alat ini diduga pertama kali ditemukan di cina kemudian dikembangkan oleh Cole. Cross Staff digunakan untuk mengukur ketinggian dan jarak suatu titik acuan. Bentuknya berupa sebatang tongkat yang mempunyai skala dan dilengkapi dengan sebuah papan yang tegak lurus sepanjang tongkat tersebut, serta dapat digeser-geserkan sepanjang tongkat berskala. Pengukuran berhenti sampai papan menutup pangkal dan ujung jari objek. Karena ukuran tongkat dan papan persegi panjang diketahui maka jarak antara dua tempat pengamatan terhadap objek dapat diukur. Pada abad ke -18, James Cook(kapten angkatan laut inggris) membuat peta dengan menggunakan kompas magnetic dan sektan. Kompas magnetic digunakan untuk menentukan arah, sedangkan sektan digunakan untuk menentukan posisi kapal secara astronomi. Pada tahun 1772, James Cook berhasil memetakan Selandia Baru dengan penukuran garis pantai yang dilakukan di atas kapal sambil menyusuri kapal. Dalam suatu peta ada berbagai komponen yang harus diketahui. Hal ini bertujuan agar informasi dalam peta bias ditangkap dengan baik. Komponen peta meliputi: 1. Skala Skala adalah perbandingan jarak di peta dengan jarak sebenarnya dipermukaan bumi. 2. Garis Astronomis Garis astronomis adalah garis khayal yang mengelilingi bumi. Garis astronomis berfungsi sebagai koordinat peta. Garis astronomis terdiri dari: a. Garis lintang: merupakan garis khayal bumi, yang mebagi bumi menjadi 2 bagian, yaitu utara dan selatan. Garis lintang berguna untuk membatasi kutub utara ke selatan. b. Garis bujur: merupakan garis khayal bumi, yang membujur dari kutub utara ke selatan. Garis bujur berguna untuk menunjukan pembagian daerah waktu. 3. Orientasi Orientasi adalah tanda yang berfungsi untuk menunjukan arah mata angin peta yang bersangkutan. 4. Judul Peta Judul peta adalah nama peta yang ingin digambarkan. Biasanya judul peta ditulis dengan huruf kapital. Judul ini umumnya diletakan dibawah gambar peta. 5. Legenda Legenda adalah bagian peta yang memuat keterangan simbol-simbol yang digunakan pada peta. Legenda umumnya diletakan dibawah gambar peta. 6. Inset Inset adalah peta kecil yang terdapat didalam peta. 7. Simbol Simbol pada peta berfungsi untuk menyederhanakan kenampakan alam objek-objek yang ada di muka bumi. 8. Indeks Indeks adalah panduan bagi pengguna peta untuk mencari tempat-tempat tertentu dalam sebuah peta. 9. Lattering Lattering adalah semua tulisan dan angka yang berfungsi untuk memperjelas arti lambang atau simbol peta. 10. Tahun dan Sumber Pembuatan Peta Ada beberapa manfaat peta, antara lain: a. Menunjukan suatu objek/gambar suatu tempat b. Mengetahui jarak dari suatu tempat ke tempat lain c. Memberikan gambaran umum permukaan bumi d. Menunjukan bentang alam suatu wilayah e. Menunjukan kenampakan sosial budaya dalam jumlah dan persebaran f. Memperoleh data-data yang dibutuhkan pengguna Sebuah peta dikatakan baik apabila memenuhi syarat-syarat, antara lain: a. Peta harus Ekuivalen, yaitu luas daerah yang digambar pada petaharus sesuai dengan luas yang sesungguhnya di lapangan melalui skala yang tepat. b. Peta harus Equidistant, yaitu jarak yang tergambar pada peta harus sesuai dengan jarak yang sesungguhnya di lapangan. c. Peta harus Confrom, yaitu bentuk daerah/wilayah yang digambar pada peta harus sesuai dengan bentuk sesungguhnya di lapangan. d. Peta harus rapih dan bersih e. Peta harus mudah dipahami oleh pembaca f. Dalam penyajiannya, peta harus teliti, sistematis dan lengkap

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar